Seperti apa hasil sentuhan “para dewa” pada Ducati..?!


(S27) :

Hmmm…kali ini pengen ngomongin balap ah..!! 🙂 yaaa…lebih tepatnya tentang  Ducati.seperti kita ketahui dari berita yang beredar,Ducati melakukan persiapan besar-besaran untuk musim 2012,baik untuk Superbike maupun MotoGP.untuk SBK,Ducati memanggil sang legendaris Troy Bayliss untuk berperan serta dalam pengembangan motor andalan Ducati yang akhirnya lahir dengan nama 1199 Panigale.entah apa yang mendorong Ducati untuk membuat motor baru,padahal,dengan support  full dari pabrikan,tim satelit Althea Racing yang mengandalkan Charlos Checa,mampu bicara banyak bahkan menjadi juara dunia musim 2011.dari umur pun,1198 belum terlalu “tua” untuk digantikan.

 

Ducati 1199 Panigale tricolore

 

Memang,Ducati selama ini seolah hanya akrab dengan Aussie,alias pembalap dari australia,seperti Troy Bayliss,Casey Stoner,tapi ada jgua pembalap jepang yang mampu menaklukan Ducati seperti Noriyuki Haga,sayang,Haga tidak pernah merengkuh titel juara dunia bersama Ducati,hanya nyaris…!! 🙂

mungkin dari keinginan agar Ducati bisa “akrab” dengan rider manapun inilah,yang membuat Ducati melakukan perubahan besar-besaran pada motor mereka.hal yang juga mereka lakukan pada motor andalan mereka di MotoGP,Desmosedici.pada pertangahan musim 2011,Ducati(tentunya atas masukan dari Rossi) melakukan perubahan kecil pada GP11,dengan memasang sedikit aluminium frame,dengan harapan bisa melakukan improvisasi pada permasalahan grip depan yang sudah lama mendera Desmosedici sejak masih ditunggangi Stoner.analisa Rossi yang hampir sama dengan Stoner soal  kurangnya pada grip roda depan,berujung pada perubahan total pada GP12 atau yang sekarang disebut dengan GPZero(GP0).penerapan sasis twinspar aluminium menjadi pilihan duet Rossi dan Jerremy Burgess yang memang lebih berpengalaman dengan sasis tipe itu.

 

 

Kemampuan Rossi dalam meracik tunggangan menjadi lebih bersahabat dengan ridernya(user friendly) sangat diandalkan oleh Ducati.terlebih diajang MotoGP,banyak rider yang kesulitan menjinakan kedahsyatan Ducati,kecuali Stoner.entah karena cara bawa motornya yang beda atau gimana,berbagai pendapat mulai bermunculan seiring gagalnya Rossi dimusim 2011.bisa dibilang,musim 2011 adalah musim terburuk bagi Rossi.seingat gue,hanya sekali Rossi menapaki podium,itupun dalam kondisi wet race,hingga banyak rider yang DNF.

Nah,dengan sentuhan dua master dari kelasnya masing-masing tsb.tentunya mereka yang nge-fans dengan Ducati berharap agar Ducati bisa kembali kompetitif.hmmm…pendapat gue sih,kalo di SBK,gue yakin Ducati bisa langusng “bicara” dengan 1199 Panigale mereka.sedangkan di MotoGP..?? wah…gue belum bisa prediksi apa-apa…sebab,maski Ducati banyak bikin perubahan,tapi yang lain juga nggak tinggal diam,terus berusaha menjaga jarak agar tak terkejar…!! kita tunggu saja seperti apa hasil kerja Rossi dkk,bisakah mereka merubah Desmosedici yang seliar banteng,menjadi sejinak merpati..??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s